Pentingnya Tea Time di Kehidupan Sehari-hari.
Apakah kalian mengenal istilah Tea Time? Waktu minum teh atau di Inggris lebih dikenal dengan sebutan Afternoon Tea. Saya sangat suka dengan ritual minum teh ini.
Mengapa saya menyukai tradisi ini? Well, akan saya jelaskan tapi sebelumnya saya akan jelaskan sejarah tea time yang menurut saya cukup lucu.
Awal Mula Tea Time
Tradisi minum teh ini pertama kali diperkenalkan oleh Anna Duchess of Bedford ke-7 pada tahun 1840-an. Beliau adalah orang yang mempopulerkan tradisi ini.
Ceritanya, di suatu sore, Anna merasa bosan dan ingin sekali minum teh. Biasanya teh disajikan pada pagi hari, namun tentu tak ada yang menolak permintaan tersebut.
Yang dari awalnya ia hanya minum sendirian, akhirnya ia mulai mengundang tamu untuk menikmati teh bersama. Dan 'waktu minum teh' ini menyebar ke penjuru Inggris. Sehingga banyak orang lain yang juga ikut menikmati teh di sore hari.
Jadilah istilah Afternoon tea sampai sekarang ini. Itu sebabnya Tea Time identik dengan kumpul-kumpul untuk saling bergosip cantik.
Lalu masuk ke abad 19 mulai berevolusi dimana Tea Time tak lagi hanya minum teh saja, mulai ada cemilannya. Istilahnya adalah Fingers Snack atau cemilan ringan sekali gigit (one bite size). Seperti, scones, mini pastries, macaroon dan cake slice.
Baca juga:
Dan Mengapa Ini Penting Bagi Saya?
Ada beberapa alasan mengapa saya suka dan menjadikan ini sesuatu yang sakral dalam menjalani kehidupan sehari-hari:
- Take a break. Waktu yang tepat untuk rehat, terlebih jika hari itu saya sangat sibuk.
- Wangi teh yang bikin happy! Mencium aroma teh yang wangi ketika brewing adalah momen paling saya tunggu. Rasanya dopamine menyerbu diri saya.
- Cute moment. Mengingat sejarahnya, saya merasa anggun dan menjadi bagian dari para The Royals ketika sedang minum teh.
- Photo time. Yang satu ini tentu saja tidak bisa dilewatkan, mengambil foto ala Pinterest itu juga cukup penting.
- Cup collection. Semenjak melakukan ritual ini, saya jadi suka melihat gelas teh yang lucu-lucu. Apalagi ukuran untuk minum teh cukup kecil dibandingkan cup lain.
Kesimpulan
Kegiatan ini membuat saya benar-benar happy. Terlebih biasanya saya minum teh sambil mendengarkan musik dari playlist saya yang bipolar itu, atau sambil membaca buku.
Tidak hanya teh, kalian bisa juga mengganti teh dengan kopi atau pilihan minuman kalian masing-masing. Karena tentu saja ini bukan tentang "teh" nya.
Tapi perasaan tenang dan damai yang ditawarkannya. Saya merasa waktu berjalan lebih lambat sedikit dari biasanya. Dan membuat saya ingin menghargai waktu dan mensyukuri apa yang dunia berikan pada saya.
Terima kasih sudah membaca postingan ini. Tetap kreatif ya!
Sejarah Teh Sore: Tradisi Abadi | The Swan London
Mockup: MrMockup

Posting Komentar